Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2016

Step By Step Memulai Usaha Kecil Di Bidang Kuliner



Tentukan Jenis Kuliner Sesuai Keahlian Anda

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menentukan jenis kuliner apa yang paling Anda kuasai. Atau, paling tidak Anda memiliki keinginan dan gairah yang kuat untuk membuat kuliner jenis tersebut.

Ada banyak jenis kuliner yang bisa Anda jual. Hanya saja, untuk memulai usaha kuliner pertama kalinya saya rasa cukup sulit untuk menjual semua jenis makanan.



Contoh: Anda pandai membuat kue, membuat sayur, dan membuat berbagai olahan khas daerah misalnya. Nah, di sini pilihlah jenis makanan yang paling Anda kuasai untuk membuatnya. Sebab, dengan memilih jenis makanan yang Anda kuasai, akan membuat apa yang Anda buat tersebut pasti akan siap untuk dijual. Saya rasa Anda pasti mengerti apa yang saya maksud.
 

Riset pasar

Riset pasar yang saya maksud adalah melakukan penelitian terhadap minat konsumen di sekitar daerah usaha baru Anda. Yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu bagaimana perilaku loyalitas konsumen terhadap makanan yang akan menjadi target Anda. Jika hasilnya memuaskan, silahkan lanjutkan kuliner apa yang akan Anda jual.

Riset pasar di sini juga untuk melihat, seberapa banyak persaingan antara penjual di daerah Anda. Jika memang peluangnya masih besar, maka besar pula kemungkinan untuk sukses di usaha tersebut. So, lanjut ke tips berikutnya.
 

Sempurnakan Calon Jualan Anda

Memang, fakta membuktikan bahwa tidak ada makanan yang selalu sempurna. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda berusaha untuk paling tidak mendekati titik kesempurnaan dari makanan yang Akan Anda jual kepada orang lain. Mungkin menyempurnakan soal rasa, aroma, warna dan hal-hal lainnya agar lebih memuaskan pelanggan Anda.

Intinya, saat Anda mulai membuka usaha kuliner Anda, maka barang dagangan Anda pun harus benar-benar memiliki nilai jual. Agar Anda yakin apakah makanan Anda sudah pantas dijual atau belum, silahkan bandingkan dengan usaha di tempat lain yang menjual dagangan serupa dengan dagangan Anda.

Tentukan Harga Yang Pantas

Tips keempat, Anda harus menentukan harga yang pantas terhadap barang jualan Anda. Pantas di sini dalam artian tidak terlalu mahal, tidak juga terlalu murah. Sebab Anda pasti sadar bahwa menjual makanan terlalu mahal dapat membuat calon pembeli berfikir dua kali untuk membeli makanan Anda. Begitu juga sebaliknya, menjual terlalu murah juga bisa membuat Anda rugi sendiri.
 

Anda juga jangan lupa ya, untuk menghitung berapa modal Anda, sehingga Anda dapat menentukan harga yang pantas untuk dagangan Anda. Malahan jika diperlukan lakukan pengecekan harga di tempat lainnya agar Anda bisa membandingkan dengan makanan Anda, sehingga Anda bisa menentukan berapa harga yang kiranya sesuai untuk makanan Anda.
 

Memilih metode penjualan

Metode panjualan yang saya maksud contohnya: berjualan keliling, berjualan di tempat, atau sistem titip di kios-kios. Pilih saja mana yang paling Anda sukai. Yang penting, Anda berjualan di tempat yang ramai pembeli pasti makanan Anda akan laris manis.

Semua metode memiliki kelebihan masing-masing.Berjualan keliling capek, tapi tidak perlu menyediakan tempat atau menyewanya jika Anda belum memiliki tempat sendiri. Berjualan di tempat, berarti butuh modal lagi untuk membuat bangunan atau menyewa tempatnya. Tapi enaknya Anda tidak terlalu capek. Silahkan pilih mana yang Anda sukai.

Tambahan, sekarang ada juga metode penjualan online, yang tentunya bisa Anda gabungkan dengan penjualan offline. Saya yakin hasilnya lebih bagus. Sebab penjualan online pasarnya lebih luas lagi. (sekedar masukan)
 

Jangan cepat puas atau bersedih di hari-hari pertama

Hal yang pasti terjadi saat hari-hari pertama pembukaan usaha kuliner Anda adalah ramai atau sepi pembeli. Jika ramai, jangan puas dulu. Bisa jadi pembeli banyak, hanya karena penasaran dengan makanan Anda. Kalau pembeli sepi, jangan juga terlalu bersedih. Sebab, yang namanya usaha baru itu kebanyakan seperti itu.

Tetap semangat dan optimis serta cari tahu mengapa usaha Anda sampai sepi. Jangan lupa teruskan berinovasi untuk usaha kuliner Anda agar banyak pelanggan yang tertarik lagi dengan apa yang telah Anda cipatakan.
 

Berdo’a

Berdo’a ada di bagian akhir dari tips memulai usaha kuliner ini. Namun, bukan berarti ini kurang penting, akan tetapi inilah yang harus Anda lakukan sejak awal. Saya menaruhnya di bagian terkhir agar ini adalah hal terakhir yang harus Anda ingat, agar menjadi hal pertama yang harus Anda lakukan.

Berdo’a sebelum memulai usaha sangatlah penting. Sebab tuhanlah yang memberikan rizki kepada kita. Jika do’a Anda terkabulkan, bersiap-siaplah untuk menyandang kesuksesan untuk usaha Anda.




.
.
.
.








read more: http://keuangan.blogekstra.com/trie/tips-memulai-usaha-kecil-di-bidang-kuliner.html

Ungkap Strategi Usaha Makanan Ringan

Peluang usaha makanan ringan boleh dikata tak ada matinya bahkan cenderung sangat prospektif. Makanan ringan dan cemilan merupakan makanan yang banyak dibutuhkan orang dari semua kalangan. Jenis makanan ringan pun amat banyak dan bisa dibuat dengan menggunakan bahan baku yang anyak melimpah di sekitar kita.


Dibandingkan dengan berbagai jenis usaha lainnya, bisnis makanan ringan lebih mudah dijalankan dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Jika anda perhatikan, usaha semacam ini malah banyak diusahakan para ibu rumah tangga dengan memanfaatkan rumahnya sebagai pusat produksi. Tidak dibutuhkan ketrampilan atau kemampuan tinggi untuk menjalankan bisnis ini.

Peluang Usaha Makanan-Ringan

Ada banyak factor yang menjadikan prospek bisnis makanan ringan dan cemilan ini menjadi besar dan menggiurkan. Pertama, tidak dibutuhkan modal yang besar karena banyak jenis makanan kecil atau cemilan yang bahan bakunya banyak tersedia di sekitar kita secara melimpah dan murah.

Kedua, pasarnya sangat luas karena produk ini dibutuhkan oleh semua kalangan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua semuanya menyukai makanan ringan dan cemilan. Hal ini tentunya akan memperbesar peluang penyerapan produk oleh konsumen.

Letiga, bisnis makanan ringan atau cemilan lebih memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan makanan berat, seperti rumah makan atau warung nasi. Sehingga makanan ringan memiliki waktu yang lebih longgar dalam memasarkannya. Hal ini berbeda dengan rumah makan yang harus menghabiskan jualannya pada hari itu juga jika tak ingin rugi.

Keempat, perputaran bisnis ini relative cepat karena bersifat ‘habis pakai’, yaitu setelah dimakan. Hal ini tentu menuntut pasar yang pasti untuk menyerapnya. Bandingkan dengan bisnis elektronika atau kerajinan yang bersifat ‘tak habis pakai’, sehingga apakah ada yang membeli atau tidak barang yang dijual tak cepat hilang atau rusak.

Kelima, margin keuntungan bisnis cemilan tidak bisa dianggap kecil. Meskipun modal yang dibutuhkan relative kecil, seorang produsen makanan ringan umumnya memperoleh keuntungan bersih antara 25 hingga 50 persen. Dengan meningkatkan omset produksi, maka peluang usaha makanan ringan akan memberikan keuntungan yang cukup besar.

Strategi Menangkap Peluang Usaha Makanan Ringan

Peluang usaha makanan ringan dapat dijalankan dengan beberapa cara. Selain menjadi produsen dengan cara memproduksi sendiri cemilan yang akan anda jual, anda juga bisa memilih sebagai pedagang dengan cara membeli cemilan yang diproduksi oleh produsen lain. Untuk mencari produsen pun relative mudah, anda tinggal dating ke pasar dan memilih jenis cemilan yang ingin anda pasarkan.

Peluang Usaha Cemilan

Jika anda memilih cara kedua, maka ada beberapa langkah yang sebaiknya anda upayakan agar produk anda mempunyai keunggulan dan nilai tambah, diantaranya:
Membeli cemilan dari produsen dalam bentuk yang sudah jadi dan anda langsung menawarkannya kepada konsumen. Pada cara ini anda tidak perlu melakukan kreasi apapun sehingga margin keuntungan yang bisa anda peroleh tidak begitu besar. Apalagi jika banyak pedagang lain yang juga melakukan hal yang sama dengan anda, tentunya akan menambah tingkat persaingan.

Membeli dari produsen dalam jumlah banyak yang kemudian anda kemas sendiri dalam ukuran yang kecil-kecil sesuai pasar anda. Dengan cara ini anda perlu membuat merek sendiri dan mengemasnya dengan kemasan sendiri sehingga produk ini seakan merupakan hasil produksi anda sendiri. Pemasaran cara inijuga lebih luas, selain bisa langsung ke konsumen anda juga bisa menyetorkannya kepada supplier yang lebih besar. Cara kreatif ini biasanya lebih efektif, memliki daya tarik lebih besar, dan mampu memberikan keuntungan yang juga lebih besar.


Read more: http://keuangan.blogekstra.com/joesck/prospek-peluang-usaha-makanan-ringan-dan-cemilan.html